Berita Politik Dunia Tentang Etnis Muslim Uighur

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Saat ini berbagai Berita politik dunia terkait etnis muslim Uighur merupakan bencana kemanusiaan yang terlewat oleh warga dunia. Dimana penduduk muslim Uighur China dimasukkan kedalam kamp pengungsian massal. Tidak cukup sampai situ, mereka juga dilarang mempraktikkan agama Islam serta dijadikan target indoktrinasi. Melansir  berita dari Al Jazeera, pada bulan Agustus PBB melaporkan jika satu juta warga muslim Uighur dipaksa masuk ke dalam tempat yang menyerupai kamp pengungsian yang terletak di Xinjiang, China Barat. Gay McDougall yang menjabat sebagai komite PBB mengklaim bahwa dua juta orang Uighur dan kelompok minoritas muslim lainnya dimasukkan ke kamp politik dan ditargetkan praktek indoktrinasi.

Berita Politik Dunia

Berita Politik Dunia

Di negara ini, agama Islam dianggap masuk dalam kategori yang terkait dengan subversi, separatisme, dan terorisme. Berita aktual yang terjadi di dunia dapat anda akses melalui laman matamatapolitik.com. The New York Times, The Atlantic, dan The Intercept baru-baru ini menerbitkan berita politik dunia yang menyebutkan China untuk agama Islam sebagai “penyakit mental” dimana Islam harus dimusnahkan salah satu caranya adalah dengan pembersihan etnis. Yang jauh lebih mengerikan, sebagian besar dunia tidak menyadari atas bencana kemanusiaan yang terjadi di Xinjiang. Berdasarkan potret sejarah, China memang ingin melenyapkan orang-orang muslim Uighur ini. Dimana China adalah negara komunis yang menjunjung tinggi atheisme dan hak istimewa mayoritas etnis Han.

Oleh sebab itu kaum Islam Uighur dianggap sebagai sebuah bentuk penghinaan bagi atheisme dan menghalangi supremasi untuk etnis Han. Yang lebih ironi lagi tindakan ini didukung oleh negara. Pada mulanya, muslim Uighur berasal dari Xinjiang, wilayah otonom barat laut China. Setelah deklarasi kemerdekaannya, wilayah ini berada pada kekuasaan otoriter China komunis pada tahun 1949 hingga saat ini. Beberapa populasi Uighur di China berusaha merebut kembali kemerdekaannya dan mengklaim keaslian sebagai bentuk upaya pelepasan diri dari pemerintahan China. Pada tahun 2015, pemerintahan China membatasi guru, siswa, dan pegawai negeri Uighur muslim di Xinjiang untuk tidak melakukan kegiatan keagamaan mereka.

Yakni pelarangan untuk menjalankan puasa Ramadhan yang tidak hanya dilakukan di tempat publik, bahkan polisi juga mengawasi hingga kedalam rumah warga. Kamp pengasingan yang disebut “pusat pendidikan ulang” menugaskan agen negara untuk menyembuhkan Islam yang dianggap penyakit dengan cara yang tidak bermartabat. Seperti warga dipaksa memakan daging babi dan minum alkohol dimana keduanya memang jelas dilarang dalam agama Islam. Tidak cukup sampai disitu, mereka juga dipaksa untuk menghafal lagu Partai Komunis, dipaksa bekerja keras, mengikuti kelas bahasa Mandarin, juga diberikan latihan yang telah dirancang untuk menghilangkan agama dan budaya mereka. Berita politik dunia terkait kejahatan kemanusiaan dalam skala internasional dapat anda akses melalui matamatapolitik.com.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Share.

About Author